|
Mengapa Memperingati
Hari Perempuan Sedunia Masih
Penting?
Mengapa masih perlu membuat hari khusus untuk merayakan kaum perempuan
sedunia?
Hari Perempuan Sedunia mencatat dan memperingati perjuangan dan
pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan perempuan di masa silam, kini,
dan mendatang. Hari ini adalah hari untuk merayakan apa yang dimiliki
kaum perempuan - dan mengingatkan bahwa segala yang telah menjadi milik
perempuan - baik itu kesempatan yang lebih baik dalam bidang pendidikan
dan kesehatan,
atau kesetaraan dalam hukum - harus dihargai.
Hari Perempuan Sedunia adalah hari untuk menyatakan bahwa hak asasi
perempuan adalah juga hak asasi manusia, seperti yang telah ditegaskan
melalui berbagai perjanjian internasional, contohnya Beijing Platform
for Action.
Merayakan perempuan, rasanya itu merupakan alasan yang cukup bagi Hari
Perempuan Sedunia. Kita berharap di masa datang kita tidak perlu lagi
mempunyai perjuangan untuk kesetaraan jender dalam agenda Hari Perempuan
Sedunia. Sampai saat itu tiba, Hari Perempuan Sedunia membuka kesempatan
penting untuk merenungkan seberapa jauh kita harus melangkah. Kita
memusatkan perhatian
pada tiga prioritas utama yang membutuhkan perhatian dunia secepatnya:
Kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi yang berpengaruh
sebagai penentu keputusan masih rendah, begitu pula akses perempuan
terhadap sumber daya. Hal ini digarisbawahi oleh ketidaksetaraan yang
masih terus berlanjut, seperti:
-
masih rendahnya perwakilan perempuan dalam posisi yang berpengaruh
dalam dunia politik dan ekonomi dunia (siapa yang mengendalikan
globalisasi?); perempuan masih mendominasi angka kaum miskin;
berlanjutnya kekerasan terhadap perempuan; adanya pemisahan jenis
kelamin (gender gap) dalam pendidikan dan besar-kecilnya gaji.
Hak yang sama bagi setiap warga negara, yang seharusnya bersifat
universal, masih belum berlaku bagi perempuan, yang belum mendapatkan
sumber daya yang memungkinkan mereka untuk menggunakan hak mereka
sebagai warga negara.
-
Pekerjaan-pekerjaan reproduktif tanpa imbalan masih dibebankan di
pundak perempuan: di seluruh dunia, perempuan masih melakukan
pekerjaan-pekerjaan reproduktif, merawat orang sakit dan jompo, merawat
keluarga dan rumah tangga setiap hari - baik secara fisik maupun
psikologis. Pekerjaan jenis ini diperlukan di setiap penjuru dunia, tapi
masih belum diberikan imbalan, dan orang cenderung menganggap perempuan
harus dan mau melakukan pekerjaan seperti ini. Kita ingin dunia mengakui
pentingnya pekerjaan seperti ini dan mengakui bahwa itu merupakan
tanggung jawab bersama.
-
Struktur pemerintahan dan institusi yang masih bias jender. Sebagai
pelaksana pembangunan, kita wajib memberantas berlanjutnya bias jender
yang terwujud dalam institusi "pembangunan" global. Komitmen
bagi kesetaraan jender harus diinstitusionalisasikan, mandat harus
dibuat lebih berbicara; kita tidak bisa menunggu saja untuk penerapan
kebijakan-kebijakan yang menghargai jender.
Tanggung jawab pemerintah terhadap perempuan masih belum terasa. Kita
butuh mekanisme yang konkret untuk memastikan bahwa suara perempuan
didengarkan dalam proses pengambilan keputusan negara. Kita harus
menyadari bahwa pembangunan tidak hanya melulu soal ekonomi, sehingga
masalah jender
dikesampingkan. Pemerintah di seluruh dunia telah berkomitmen untuk
meningkatkan kesetaraan jender melalui pelaksanaan Beijing Platform for
Action dan Convention for the Elimination of all forms of Discrimination
Against Women (CEDAW). Kita harus terus bertanya: pembangunan untuk
siapa? Pembangunan untuk siapa?
Oleh karena itu, Hari Perempuan Sedunia adalah hari untuk mengarahkan
fokus dunia pada hal-hal di atas dan juga masalah-masalah perempuan
lainnya. Pada hari ini, saatnya perempuan untuk membina jaringan,
menyusun strategi dan bergerak; tunjukkan keberadaan, suara, dan visi
kita pada dunia. Melalui hari ini, kita juga harus bekerjasama dengan
kaum pria mengenai kesetaraan jender. Karena, hanya dengan kerjasamalah
perubahan bisa terjadi. Dan perubahan itulah yang kita inginkan.
[kop-1.htm] |
|