Gubernur Heru Budi: Jakarta Banjir Kewalahan Hujan 4 Jam

by
Heru Budi

lbh-apik.or.id – Di tengah tantangan banjir yang kerap menghantui Jakarta, Penjabat (Pj) Gubernur DKI, Heru Budi Hartono, mengakui bahwa ibu kota akan kewalahan menghadapi cuaca ekstrem. Heru mengungkapkan bahwa Jakarta akan mengalami kesulitan jika hujan deras dengan intensitas di atas 180 milimeter per hari dalam rentang waktu empat jam. Dalam sebuah pernyataan, ia menyampaikan bahwa pada periode sebelumnya. Intensitas hujan mencapai 200 mm/hari, menggarisbawahi bahwa dengan 180 mm/hari saja, Jakarta akan kesulitan menanggulangi banjir.

” Baca Juga: Perkembangan Genre RPG Pada Industri Game Tahun 2024 “

Permintaan Maaf dan Pemakluman Warga

Tak hanya mengungkapkan keterbatasan infrastruktur dalam menghadapi cuaca ekstrem, Heru juga meminta maaf kepada warga Jakarta atas kemungkinan banjir yang dapat berlangsung lebih dari 24 jam di beberapa wilayah. Dalam penjelasannya, ia mengemukakan bahwa beberapa wilayah, seperti Jakarta Barat. Jakarta Barat mengalami banjir selama lebih dari sehari, meskipun upaya penanganan telah dilakukan.

Penyebab Banjir

Heru menyatakan bahwa banjir di Jakarta tak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat dari kiriman banjir dari wilayah sekitarnya, termasuk Bodetabek, serta tingginya muka air laut (rob). Hal ini menunjukkan kompleksitas permasalahan banjir di Jakarta yang melibatkan berbagai faktor.

Tindakan Penanggulangan

Dalam menanggapi permasalahan banjir, Heru mengharapkan Jakarta dapat tetap aman dan penanganan banjir dapat dilakukan dengan baik oleh semua pihak terkait. Ia juga menyinggung tentang proyek Sodetan Ciliwung yang diharapkan dapat membantu mengurangi banjir di ibu kota. Heru menekankan bahwa meskipun curah hujan mencapai 200 mm/hari, proyek Sodetan Ciliwung masih dianggap efektif dan terus dibuka untuk mengatasi banjir.

Baca Juga :   Tingginya Angka Depresi pada Mahasiswa PPDS

Infrastruktur Penanganan Banjir

Heru mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan infrastruktur untuk mengatasi banjir. Ratusan pompa yang tersebar di berbagai wilayah. Ia juga menekankan pentingnya embung dan pompanisasi dalam menjaga Jakarta dari banjir. Dengan jumlah pompa portabel yang mencapai 580 unit, sebagian besar masih dalam kondisi aktif.

Proyeksi Musim Kemarau dan Harapan

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau di Jakarta mundur hingga Mei 2024. Heru Budi tetap berharap agar curah hujan di Jakarta tetap berada dalam batas normal hingga musim kemarau tiba. Dengan demikian, diharapkan beban banjir dapat dikurangi, dan Jakarta dapat menjalani musim kemarau dengan lebih baik.

” Baca Juga: Ini 7 Aplikasi Untuk Edit Video di Android “

Kesimpulan

Dalam menghadapi tantangan banjir yang kompleks, Jakarta membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan infrastruktur yang memadai dan tindakan yang terkoordinasi. Diharapkan Jakarta dapat mengurangi dampak buruk yang disebabkan oleh banjir, serta menjaga kenyamanan dan keamanan bagi penduduknya.

No More Posts Available.

No more pages to load.