Kebijakan Pajak Turis di Thailand Dibatalkan

by
Pajak Turis

lbh-apik.or.id – Dalam pidato pembatalannya, Perdana Menteri Srettha Thavisin menjelaskan bahwa usaha yang diperlukan untuk menjalankan skema pajak turis tidak sebanding dengan manfaat yang diharapkan. Ia percaya bahwa peningkatan jumlah pengunjung dari luar negeri akan lebih efektif dalam meningkatkan pendapatan negara daripada menerapkan pajak ini. Keputusan ini mendapatkan apresiasi dari para ekspatriat, terutama mereka yang hidup dengan pensiun dan polis prapajak. Karena memberikan kejelasan lebih mengenai kebijakan pajak Thailand yang mencakup pendapatan dari luar negeri, baik yang dikirim ke Thailand maupun yang dihasilkan di seluruh dunia.

” Baca Juga: Klarifikasi Tsania Marwa tentang Isu Meninggalkan Anak “

Pertimbangan Manfaat vs. Usaha

PM Srettha menekankan bahwa skema pajak turis ini membutuhkan usaha besar untuk implementasinya, namun manfaat finansial yang diharapkan tidak sepadan. Dia lebih percaya bahwa peningkatan jumlah wisatawan asing akan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pendapatan negara. Tanpa perlu menambah beban administratif dan logistik yang besar.

Apresiasi dari Ekspatriat

Keputusan untuk membatalkan pajak turis ini juga disambut baik oleh komunitas ekspatriat. Banyak di antara mereka yang hidup dengan pensiun dan polis prapajak merasa lebih lega dengan adanya kejelasan mengenai kebijakan pajak Thailand. Mereka sekarang lebih memahami bahwa pendapatan dari luar negeri, baik yang dikirim ke Thailand maupun yang dihasilkan secara global. Tetap diatur dengan jelas oleh pemerintah Thailand.

Fokus pada Peningkatan Wisatawan

PM Srettha optimis bahwa fokus pada peningkatan jumlah wisatawan asing akan membawa manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Thailand. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung, sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian negara. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal tanpa menambah beban administrasi yang kompleks.

Baca Juga :   Bamsoet Harap Adhyaksa Awards Jadi Motivasi bagi Jaksa

” Baca Juga: Kota-Kota Replika di China yang Kini Menjadi Kota Hantu “

Kesimpulan

Pembatalan kebijakan pajak turis oleh PM Srettha didasarkan pada pertimbangan bahwa usaha besar yang diperlukan untuk menjalankan skema ini tidak sebanding dengan manfaat yang diharapkan. Keputusan ini tidak hanya memberikan kejelasan lebih bagi para ekspatriat mengenai kebijakan pajak Thailand. Tetapi juga menunjukkan fokus pemerintah pada peningkatan jumlah wisatawan asing sebagai strategi utama untuk meningkatkan pendapatan negara. Dengan pendekatan ini, Thailand berharap dapat mencapai keseimbangan antara menarik wisatawan dan mengoptimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.