Kontribusi PT Pertamina dalam Pengembangan Transmigrasi

by
PT Pertamina

lbh-apik.or.id – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terutama di wilayah transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah. Upaya tersebut diakui dan diapresiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Yang memberikan penghargaan atas kontribusi Pertamina dalam menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

” Baca Juga: Kecelakaan Tragis Bus Pariwisata di Ciater, Subang, Jabar “

Salah satu contoh konkret dari dukungan Pertamina adalah melalui pengembangan masyarakat di Desa Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dengan program budi daya jamur tiram, yang telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan memberikan peluang wirausaha. Langkah serupa juga dilakukan di Desa Bukit, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, dengan pembinaan UMKM Perempuan Usaha Kue dan produksi minyak kelapa serta tusuk sate. Menjadi potensi ekonomi di wilayah tersebut.

Pengakuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Apresiasi dari Kemendesa PDTT kepada Pertamina diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Abdul Halim Iskandar, dalam Rapat Koordinasi Transmigrasi Tahun 2024 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Menteri yang akrab disapa Gus Halim menyampaikan penghargaan atas kolaborasi dan dukungan pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan kualitas wilayah transmigrasi.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa program TJSL merupakan implementasi dari komitmen perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Tujuannya adalah untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama di desa-desa, sesuai dengan target pemerintah. Melalui program ini, Pertamina berperan dalam mendorong perekonomian masyarakat transmigrasi agar mandiri secara ekonomi, seperti yang terlihat dari pengembangan budi daya jamur tiram dan pembinaan UMKM di berbagai wilayah transmigrasi.

Baca Juga :   Kesepakatan Penyelarasan Antara Arab Saudi dan Indonesia

Program Desa Energi Berdikari (DEB) dan Akses Energi Baru Terbarukan (EBT)

Selain fokus pada pengembangan ekonomi lokal, Pertamina juga berkontribusi dalam memberikan akses energi baru terbarukan kepada masyarakat desa melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini telah diterapkan di 85 desa di seluruh Indonesia. Pertamina yakin bahwa energi bersih dan mudah diakses akan menjadi pendorong utama bagi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian berkelanjutan.

Komitmen Menuju Net Zero Emission 2060

Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina telah menetapkan komitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendorong program-program yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya, Pertamina menunjukkan keseriusannya dalam berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

” Baca Juga: Transsion Holdings: Perusahaan di Balik Infinix, Tecno dan Itel “

Dengan keseluruhan inisiatif dan program-program yang telah dijalankan, Pertamina tidak hanya membuktikan diri sebagai pemimpin di sektor energi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam memajukan kawasan transmigrasi dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.