Mengembangkan Industri Kecil melalui Kolaborasi Startup-Investor

by

lbh-apik.or.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali mengadakan acara tahunan “StartUp for Industry” dengan tujuan utama mempertemukan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan para investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Acara ini dirancang untuk mendorong peningkatan daya saing industri lokal melalui transformasi teknologi yang inovatif dan efisien.

” Baca Juga: Menikmati Pesona Danau Siombak di Medan “

Upaya Kemenperin dalam Meningkatkan Daya Saing Industri

Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, menegaskan bahwa industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, di era relaksasi impor saat ini, industri lokal dituntut untuk meningkatkan daya saingnya melalui upaya transformasi teknologi yang signifikan. Menurutnya, inovasi yang adaptable dengan tuntutan pasar, peningkatan nilai tambah, serta efisiensi biaya produksi menjadi kunci untuk mempertahankan dan memperkuat posisi industri dalam negeri.

Lebih lanjut, Reni menjelaskan bahwa acara “StartUp for Industry” yang telah diadakan sejak tahun 2018 sangat membantu perkembangan industri kecil di Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi platform untuk memfasilitasi pertemuan antara IKM dan investor. Tetapi juga mendukung pencapaian salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur. Menurut Reni, untuk mengatasi tantangan global dan mewujudkan industri yang inklusif serta berkelanjutan, penerapan inovasi merupakan strategi yang sangat penting.

Perlunya Adopsi Teknologi untuk Industri Lokal

Reni juga menekankan bahwa langkah preventif untuk melindungi industri dalam negeri. Tidak hanya terbatas pada penekanan impor, tetapi juga meliputi peningkatan adopsi teknologi. Dengan mengadopsi teknologi, industri lokal diharapkan dapat menjadi lebih produktif dan efisien dalam proses produksi. Reni mengajak para pemimpin perusahaan dan asosiasi yang hadir dalam acara tersebut. Untuk aktif dalam sesi diskusi mendalam agar dapat mengidentifikasi kebutuhan industri. Serta menggali potensi dan peluang yang dapat ditawarkan oleh solusi startup di Indonesia.

Baca Juga :   Pemerintah Alokasi Rp9 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir Tahun

Untuk mewujudkan tujuan ini, Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi StartUp for Industri Indonesia (Starfindo) untuk melaksanakan acara tersebut. Sejauh ini, sebanyak 120 finalis startup telah mendapatkan pembinaan untuk memenuhi standar dan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan Starfindo diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri kecil dan menengah di Indonesia. Melalui inovasi dan adopsi teknologi yang lebih baik.

Target Investasi yang Ambisius dari Startup for Industry

Pada kesempatan yang sama, Maulana Wiga, Head of Investment dari Starfindo, menyatakan bahwa untuk tahun ini. Sekitar 45 perusahaan investasi dari Asia Tenggara akan bergabung dalam ekosistem “StartUp for Industry”. Mereka berharap dapat mencapai target investasi sebesar US$100 juta atau sekitar Rp16 triliun. Maulana juga mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 20 persen dari target investasi tersebut sedang dalam proses untuk diberikan kepada startup binaan Kemenperin.

Dengan adanya dukungan investasi ini, diharapkan startup-startup yang telah dibina dapat berkembang lebih cepat dan mampu memenuhi kebutuhan serta standar industri yang terus berkembang. Investasi yang diberikan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah di Indonesia. Serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

” Baca Juga: Penyelundupan Burung Hutan yang Dilindungi di Lampung “

Melalui acara “StartUp for Industry” ini, Kemenperin dan para mitra kerjanya berusaha untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri kecil dan menengah di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi antara pelaku industri, startup, dan investor. Diharapkan inovasi teknologi dapat diadopsi lebih luas dan membantu meningkatkan daya saing industri lokal di pasar global. Acara ini menjadi bukti komitmen Kemenperin dalam mendukung transformasi industri di Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Bahlil Lahadalia Bantah Perlambatan Investasi di IKN Nusantara

No More Posts Available.

No more pages to load.