Optimisme PDIP dalam Pilgub Sumut: Semut Melawan Gajah

by
Pilgub Sumut

lbh-apik.or.id – Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) sedang menjadi sorotan publik, terutama dengan perumpamaan yang diberikan oleh Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat. Ia menggambarkan Pilgub Sumut seperti pertandingan antara semut dan gajah, di mana semut diibaratkan sebagai pihak yang lebih kecil namun memiliki potensi besar untuk menang melawan gajah. Pernyataan ini mencerminkan optimisme dan strategi PDIP dalam menghadapi pemilihan tersebut. Artikel ini akan membahas pandangan Djarot mengenai Pilgub Sumut serta beberapa tokoh yang dipertimbangkan untuk maju dalam pemilihan tersebut.

” Baca Juga: PM Keir Starmer: Pengakuan Palestina dan Perdamaian Gaza “

Perumpamaan Semut vs Gajah

Djarot Syaiful Hidayat, dalam sebuah wawancara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, mengibaratkan Pilgub Sumut seperti pertandingan antara semut dan gajah. Ia menyatakan bahwa meskipun semut lebih kecil dibandingkan gajah, semut memiliki peluang untuk menang. Analogi ini menggambarkan strategi PDIP untuk membangun koalisi dan bekerja sama dengan rakyat di tingkat bawah. Djarot mengingat masa kecilnya ketika bermain suit, di mana gajah diwakili oleh jempol dan semut oleh kelingking. Dalam permainan tersebut, semut (kelingking) sering kali mengalahkan gajah (jempol). Hal ini mencerminkan keyakinan PDIP bahwa mereka dapat memenangkan Pilgub Sumut meskipun berhadapan dengan lawan yang tampak lebih kuat.

Menghindari Melawan Kotak Kosong

Djarot menekankan bahwa PDIP tidak menginginkan kandidat yang diusung partai politik hanya melawan kotak kosong. Menurutnya, penting untuk membangun sistem demokrasi yang sehat dengan pendidikan politik yang baik. Ia mengungkapkan bahwa keputusan PDIP untuk menghindari situasi di mana calon mereka harus melawan kotak kosong bergantung pada kemampuan partai untuk membangun koalisi yang kuat dan melibatkan rakyat. Djarot juga menyoroti pentingnya sejarah perpolitikan, khususnya sejak masa pemerintahan Presiden Jokowi, di mana anggota keluarga dekat terlibat aktif dalam politik.

Baca Juga :   Sarwendah Ungkap Fakta Pemecatannya dari Cherrybelle

Kandidat Potensial dari PDIP

Ketika ditanya tentang sosok semut yang dipertimbangkan PDIP untuk maju dalam Pilgub Sumut, Djarot menyebut beberapa nama. Di antaranya adalah mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dan mantan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan. Menurut Djarot, suara semut yang diwakili oleh masyarakat dapat disalurkan melalui PDIP, yang memiliki banyak stok calon potensial. Selain Edy Rahmayadi dan Nikson Nababan, PDIP juga mempertimbangkan akademisi dan tokoh lainnya untuk maju dalam pemilihan.

” Baca Juga: Rencana Prabowo Subianto Tingkatkan Rasio Utang Hingga 50% “

Kader-Kader PDIP yang Dipersiapkan

Djarot juga menyebut mantan Bupati Samosir, Rapidin, dan tokoh lainnya seperti Sofyan Tan dan akademisi Dr. Sutarto sebagai kandidat potensial. Ia menekankan bahwa PDIP sebagai partai ideologis terus menjalankan fungsi utama partai politik, yaitu mempersiapkan kader-kader melalui pendidikan di sekolah partai. Tujuan dari persiapan ini adalah untuk menyiapkan kader-kader yang tangguh dan siap berlaga di jenjang eksekutif.

PDIP menunjukkan keseriusan dalam menghadapi Pilgub Sumut dengan mengusung beberapa kandidat potensial yang dianggap mampu mewakili suara rakyat. Perumpamaan semut melawan gajah yang diberikan oleh Djarot Syaiful Hidayat menggambarkan optimisme dan strategi partai dalam memenangkan pemilihan meskipun harus menghadapi tantangan besar. Dengan membangun koalisi yang kuat dan melibatkan rakyat. PDIP berharap dapat menciptakan sistem demokrasi yang sehat dan kompetitif di Sumatera Utara.

No More Posts Available.

No more pages to load.