Prabowo Berambisi Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen

by
8 Persen

lbh-apik.or.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto mengumumkan rencananya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 8 persen dalam waktu 2-3 tahun mendatang. Namun, para ekonom mengingatkan bahwa upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara agresif dapat membawa dampak negatif terhadap fondasi ekonomi negara. Chief Economist DBS Bank, Taimur Baig, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dipaksakan melampaui kemampuan negara dapat menyebabkan distorsi makroekonomi yang signifikan. Salah satu indikatornya adalah pelebaran defisit transaksi berjalan akibat meningkatnya impor untuk mendukung aktivitas ekonomi.

” Baca Juga: Harga dan Cara Berlangganan Paket Internet Starlink di Indonesia “

Taimur Baig mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat dapat memicu inflasi serta menciptakan overheating pada pasar aset, termasuk gelembung ekuitas properti dan aset lainnya. Fenomena ini, menurutnya, dapat mengancam stabilitas finansial. Ia mencontohkan krisis Asia pada tahun 1990-an, di mana kawasan tersebut mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi diikuti oleh derasnya aliran modal asing. Namun, hal ini justru membuat ekonomi kawasan rentan terhadap gejolak global, terutama ketika suku bunga di Amerika Serikat meningkat, yang akhirnya memicu runtuhnya ekonomi di wilayah tersebut.

Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

Taimur menekankan bahwa Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari 5 persen untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang berkelanjutan. Untuk mencapai hal ini, investasi di sektor-sektor krusial seperti pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur harus dioptimalkan. Pengembangan sektor-sektor ini membutuhkan waktu yang panjang agar dapat memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Taimur menyebutkan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Indonesia memerlukan perencanaan dan realisasi investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara ini.

Baca Juga :   Sri Mulyani Menanggapi Keluhan Anggaran Sandiaga Uno

Keyakinan Prabowo terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo Subianto menunjukkan keyakinannya bahwa Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Dalam sebuah dialog di ajang Forum Ekonomi Qatar di Doha, Qatar. Prabowo menyatakan bahwa ia telah berdiskusi dengan banyak pakar dan mempelajari data-data ekonomi. Berdasarkan analisis tersebut, Prabowo merasa sangat yakin bahwa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam 2-3 tahun pertama masa pemerintahannya adalah sesuatu yang sangat mungkin dicapai. Ia juga menegaskan akan berusaha keras untuk melampaui target tersebut.

Tantangan dan Realitas

Meskipun ambisi Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi patut diapresiasi. Para ekonom mengingatkan bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat tanpa didukung oleh fundamental yang kuat dapat menimbulkan risiko besar bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, strategi yang lebih bijaksana adalah dengan fokus pada pembangunan yang berkelanjutan melalui investasi jangka panjang pada SDM dan infrastruktur.

” Baca Juga: Awal Karir Jeremy Teti dan Ciri Khasnya “

Dengan demikian, meskipun target Prabowo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen adalah visi yang ambisius. Penting bagi pemerintah untuk memperhatikan risiko-risiko yang mungkin timbul. Memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak merugikan stabilitas ekonomi negara dalam jangka panjang. Pendekatan yang seimbang dan berkelanjutan akan lebih memastikan kemakmuran ekonomi yang tahan lama. Juga menghindarkan negara dari krisis seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

No More Posts Available.

No more pages to load.