Tingginya Angka Depresi pada Mahasiswa PPDS

by
PPDS

lbh-apik.or.id – Menurut data terbaru Kementrian Kesehatan, peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dihadapkan pada beban kerja yang berat, yang kemungkinan besar menjadi pemicu tingginya angka depresi di kalangan mereka. Dalam skrining yang dilakukan pada Maret 2024 terhadap 12.121 dokter yang menjalani PPDS di 28 rumah sakit vertikal. Hasilnya menunjukkan bahwa 22,4 persen dari mereka mengalami gejala depresi, dengan 0.6 persen mengalami depresi berat. Bahkan, ada dokter yang dihadapkan pada pikiran untuk bunuh diri.

” Baca Juga: Tempat Wisata Populer di Jogja yang Wajib Dikunjungi “

Dampak Beban Kerja dan Beban Pelayanan di Rumah Sakit Vertikal

Beban kerja yang besar dan beban pelayanan di rumah sakit vertikal menjadi faktor utama yang menyebabkan peserta PPDS rentan mengalami depresi. Menurut Prof. Ari Fahrial Syam, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pendidikan untuk PPDS memang menuntut beban yang cukup besar. Dalam lingkungan rumah sakit vertikal, di mana beban pelayanan juga sangat tinggi, peserta PPDS terpapar pada risiko yang lebih tinggi terhadap depresi.

Pembagian Risiko Depresi Menurut Bidang Kedokteran

Data juga menunjukkan bahwa sejumlah bidang spesialisasi dalam kedokteran memiliki risiko yang berbeda-beda terhadap depresi. Dari 22,4 persen peserta PPDS yang mengalami depresi, 14 persen di antaranya menjalani pendidikan spesialis anak, 12 persen spesialis penyakit dalam, dan sisanya terbagi dalam bidang spesialis lainnya seperti anestesiologi, neurologi, dan obgyn. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan dan beban kerja bervariasi tergantung pada bidang spesialisasi yang dijalani oleh mahasiswa Dokter Spesialis.

Baca Juga :   Cara Mengaktifkan Screenshot 3 Jari di Handphone realme Untuk Akses Lebih Praktis

Faktor Penyebab Lainnya

*Selain beban kerja yang berat, terdapat faktor lain yang juga berkontribusi terhadap tingginya angka depresi pada mahasiswa PPDS. Salah satunya adalah biaya pendidikan dalam program PPDS yang cukup mahal dan harus dibiayai secara pribadi. Faktor ini juga dapat menambah tekanan psikologis pada mahasiswa Dokter Spesial, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap depresi.

” Baca Juga: Wisata Air Terjun Terbaik di Sumatera Utara “

Upaya Penanggulangan dan Perlunya Dukungan Mental

Mengingat tingginya angka depresi pada mahasiswa PPDS, perlu dilakukan upaya penanggulangan yang lebih serius. Dukungan mental dan kesehatan mental bagi mahasiswa Dokter Spesialis perlu ditingkatkan. Baik dari institusi pendidikan maupun rumah sakit vertikal tempat mereka menjalani pendidikan. Selain itu, perlu juga perhatian lebih lanjut terhadap pengelolaan beban kerja dan biaya pendidikan dalam Dokter Spesial untuk mengurangi tekanan yang mereka hadapi.

No More Posts Available.

No more pages to load.