Viral Video Remaja Ejek Penderitaan Palestina

by
Palestina

lbh-apik.or.id – Sebuah video yang menunjukkan sekelompok remaja mengejek penderitaan rakyat Palestina menjadi viral di media sosial dan memicu kemarahan masyarakat Indonesia. Video tersebut memperlihatkan sekelompok remaja yang sedang makan di sebuah gerai makanan cepat saji sambil menyebut makanan yang mereka makan sebagai “darah anak Palestina”. Tindakan mereka memicu reaksi keras dari warganet yang menganggap tindakan tersebut sangat tidak etis dan tidak berperasaan.

” Baca Juga: Edy Rahmayadi Kontroversial Mengenai Pilgub Sumut 2024 “

Identitas Pelaku dan Respon Publik

Para remaja yang terlibat dalam video tersebut diketahui sebagai siswa dari SMPN 216 Jakarta. Setelah video tersebut menjadi viral dan menerima banyak kritik, para remaja tersebut membuat video permintaan maaf. Dalam video permintaan maaf yang diunggah di YouTube, mereka secara individu menyatakan penyesalan mereka atas tindakan tersebut. Namun, kolom komentar di video permintaan maaf itu dimatikan, mungkin untuk mencegah lebih banyak kritik langsung.

Reaksi Netizen di Media Sosial

Meskipun komentar di YouTube dimatikan, reaksi dari netizen Indonesia masih sangat deras di platform media sosial lainnya. Banyak dari mereka yang merasa marah dan kecewa dengan perilaku para remaja tersebut. Komentar-komentar dari netizen mencerminkan kemarahan dan kekecewaan mereka terhadap kurangnya empati para remaja tersebut terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Beberapa komentar keras dari netizen antara lain: “@bangon***” yang mengatakan, “Ga etis banget, dek.. Bila ga peduli maka bijaknya diam sudah cukup!! Semoga diberi Hidayah oleh Allah.” Komentar lainnya dari “@prit***” mengatakan, “Coba tukeran tempat dulu sama anak Palestina bisa yuk.” Sementara itu, “@mutiara***” berkomentar, “Semoga Allah beri hidayah kepada kita semua agar kita lebih mencintai negara Palestina seperti bangsa kita sendiri.”

Baca Juga :   Kunjungan ke Workshop Sarop Do Mulana

Seruan untuk Lebih Berempati

Banyak netizen yang menyerukan agar para remaja tersebut belajar untuk lebih berempati dan menghargai masalah kemanusiaan. Komentar dari “@riopi***” menyarankan, “Kita mungkin gak peduli kamu boikot atau tidak itu pilihan kamu! Tapi setidaknya belajarlah untuk berempati. Siapapun kamu semoga orang tua kamu dapat mendidik kamu lebih baik ya terutama tentang empati dan simpati!” Komentar lain dari “@riniisulis***” mencerminkan skeptisisme terhadap permintaan maaf para remaja, dengan mengatakan, “Ujung-ujungnya ‘kami minta maaf atas perbuatan kami.. Blaa blaa blaaa..’ …. Mbelgedessss.”

” Baca Juga: Bali: Menjelajahi Wisata di Desa Kesiman Kertalangu “

Kesimpulan

Kejadian ini menunjukkan pentingnya pendidikan tentang empati dan kesadaran sosial di kalangan remaja. Tindakan tidak sensitif seperti mengejek penderitaan orang lain, terutama dalam konteks konflik kemanusiaan, bisa memicu reaksi keras dari masyarakat. Harapannya, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para remaja dan masyarakat luas untuk lebih menghargai dan berempati terhadap penderitaan orang lain, serta berhati-hati dalam bersikap dan be rucap di media sosial.

No More Posts Available.

No more pages to load.