Yayasan
Lembaga
Bantuan Hukum
APIK Jakarta

 

Jl. Raya Tengah No.31 Rt. 01/09, Kramatjati, Jaktim 13540
 

Ph: 021-87797289
Fax: 021-87793300
apiknet@centrin.net.id


"APIK dalam Pelayanan, APIK dalam Pengelolaan"

 




LBH APIK Jakarta
adalah lembaga yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan demokratis, serta menciptakan kondisi yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam segala aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Tujuan ini hendak dicapai dengan mewujudkan sistem hukum yang berperspektif perempuan yaitu sistem hukum yang adil dipandang dari pola hubungan kekuasaan dalam masyarakat, —khususnya hubungan perempuan dan laki-laki— , dengan terus menerus berupaya menghapuskan ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender dalam berbagai bentuknya.

         
 

◊●◊

 


 


 


 
 
 
 
 
 
 
 
◊●◊
 
 

◊●◊

 

 

 

 

Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta

LBH APIK Usulkan Bus Transjakarta Khusus Wanita

Selasa, 3 Agustus 2010 - 12:49 wib
Dimas Novitasari - Okezone

 

JAKARTA - Pelecehan seksual yang terjadi di Bus Transjakarta terus terjadi. Atas peristiwa tersebut, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) mengusulkan fasilitas khusus wanita.

“Seperti Bus Transjakarta khusus wanita,” kata Advokad LBH APIK Melina Singereta saat dihubungi okezone di Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Selain itu, lanjut Melina, perlu adanya front masyarakat di mana masyarakat yang melihat kejaidan pelecehan seksual harus berani mengambil tindakan hukum.

“Ketiga, kesadaran dari korban bahwa ia adalah korban pelecehan seksual. Jadi jangan diam saja tapi melapor,” tandasnya.

Dalam kasus pelaku yang tidak bisa ditahan karena masa tahanan kurang dari lima tahun, wanita yang kerap disapa Erna ini mengaku itu sebagai kelemahan hukum.

“LBH Apik sendiri memberi penghargaan terhadap korban karena berani melaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena jarang sekali korban pelecehan seksual mau melaporkan kepada pihak yang berwajib, atau paling tidak kepada orang banyak karena mereka menganggap pelecehan seksual itu merupakan aib bagi mereka. Untuk melaporkan kejadian tersebut sangat dibutuhkan keberanian dari korban,” tuturnya.

Ke depan, tambah Erna, LBH APIK tengah mengkaji RUU tentang Pelecehan Seksual, untuk menjadi undang-undang (UU).

“Nantinya ada UU pelecehan seksual di ruang privat, karena kejadian pelecehan seksual tidak hanya terjadi di ruang publik saja dimana banyak yang melihat. Tapi perlu juga di ruang privat , misalnya di dalam ruang kerja di mana cuma hanya ada pelaku dan korban,” paparnya.
(kem)

 

 


--◊ Informasi ini dapat diperbanyak dengan mencantumkan sumbernya ◊--

© 2010, LBH APIK Jakarta; Jl. Raya Tengah No.31 Rt. 01/09, Kramatjati, Jakarta Timur 13540
Telp. 021-87797289, Fax.: 021 - 87793300, e-mail: apiknet@centrin.net.id